Kemah Bakti (Pesta) Komunitas Makassar

“Pesta Komunitas Makassar adalah kegiatan hura-hura anak muda Makassar belaka.” Yap, saya setuju dengan pernyataan ini, tapi itu baru tanda koma belum titik.

flyer Kemah Bakti

Publikasi Digital Kemah Bakti dan logo – logo komunitas yang berperan serta.

Saya setuju anggapan jika Pesta Komunitas Makassar (PKM), – yang akan memasuki gelaran kedua tahun ini,- tak lebih dari sebuah kegiatan hura-hura segelintir anak muda Makassar yang sedang genit-genitnya berkomunitas andai saja saya tak menyaksikan proses yang berlangsung di dalamnya.

Saya melihat bagaimana PKM masih dalam bentuk ide bermain di kepala beberapa orang sejak tahun 2011 lalu bagaimana orang – orang ini berusaha mewujudkan ide ini menjadi sebuah kenyataan. Dari mengumpulkan data komunitas – komunitas di Makassar sampai mengundang mereka untuk bertemu. Hingga bulan ke 3 (tiga) persiapan hanya dihadiri tak lebih dari hitungan jari perwakilan komunitas. Itu terjadi pada tahun 2013.

Dari rapat 1 (satu) meja hingga rapat yang membuat kafe yang kami tempati rutin bertemu penuh sesak oleh perwakilan komunitas. Melalui proses panjang PKM akhirnya ditakdirkan untuk terselenggara di bulan Mei 2014. Proses panjang ini tak hanya berujung pada pelaksanaan PKM 2014 yang hanya berlangsung selama 2 (dua) hari.

Namun, gelaran PKM hanyalah puncak dari proses itu dan bukan tujuan utama. Jalan menuju PKM 2014 membuahkan beberapa hal, yang mungkin tak terlihat oleh orang – orang yang menyimpan bakat untuk nyinyir.
Sebelum gelaran PKM 2014 pada tanggal 24 – 25 Mei di Monumen Mandala lalu, ada beberapa kegiatan yang terlaksana berkat kolaborasi beberapa komunitas. Sebut saja misalnya Tamasya BRT Mamminasata, Aksi Cabut Paku Pohon setelah Pileg 2014 berlangsung, Maulid Komunitas dan beberapa kegiatan lain yang melibatkan banyak komunitas.

Salah satu kegiatan pra event PKM 2015 yang melibatkan beberapa komunitas.

Salah satu kegiatan pra event PKM 2015 yang melibatkan beberapa komunitas.

Kegiatan – kegiatan serupa itu tentu tak akan bisa terwujud tanpa ada persinggungan penggiat – penggiat komunitas yang ada di Makassar. Moment yang mempertemukan penggiat – penggiat komunitas itu, salah satu di antaranya adalah saat – saat persiapan PKM 2014. Tentu ada ada banyak moment lain yang mempertemukan mereka, tapi adalah naïf bila kita menafikan peran PKM begitu saja.

Setelah PKM 2014, kegiatan kolaborasi yang melibatkan beberapa komunitas tak terhenti begitu saja. Ada banyak kegiatan kolaboratif yang terlaksana. Pun pada beberapa musibah dan bencana yang terjadi, beberapa komunitas membentuk ‘tim tanggap cepat’ yang bergerak dalam mengumpulkan dan menyalurkan bantuan.

Kegiatan terbaru adalah kolaborasi 10 komunitas dalam Kemah Bakti yang berlangsung kemarin, 16 – 17 Mei. Kemah Bakti ini sebenarnya adalah kegiatan menyambut ulang tahun komunitas Pajappa, sebuah komunitas pejalan yang menitikberatkan pada edukasi dan sosial. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan kegiatan di Dusun Ara, Desa Timpuseng Kec. Camba Maros, ke 10 komunitas peserta ini terlibat aktif dalam setiap rapat persiapan.

Makassar Berbagi, salah satu komunitas yang berpartisipasi dalam Kemah Bakti

Makassar Berbagi, salah satu komunitas yang berpartisipasi dalam Kemah Bakti. Foto Foto @l_aeroplanino

Ke 10 komunitas itu adalah Pajappa, Earth Hour, Makassar Berkebun, Komunitas Blogger Anging Mammiri, Makassar Berbagi, SIGI Indonesia, Komunitas Pecinta Anak Jalanan (KPAJ) Makassar, Youth Act for Charity and Sociality (Yacs), Berbaginasi Makassar dan Forum Kampung Bahasa Sulawesi. Meski tujuan awalnya sebagai rangkaian perayaan ulang tahun mereka, Pajappa dengan lapang dada melepas klaim sebagai penggagas dan pemilik kegiatan. Sesuatu yang sulit dilakukan oleh beberapa gelintir orang yang berkomunitas.

Dalam kegiatan itu, semua komunitas memiki peran dan tanggung jawab masing – masing. Semua berkesempatan mengisi agenda acara yang telah mereka susun dan sepakati bersama. Ambil contoh misalnya program edukasi mengenai kesadaran lingkungan sejak usia dini oleh tim Earth Hour Makassar atau bagaimana menjaga kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan oleh Yacs. Yacs sendiri adalah komunitas yg bergerak di bidang sosial kesehatan dengan beranggotakan mahasiswa kesehatan dari seluruh kampus di Makassar.

Tim Earth Hour Makassar - Kemah Bakti

Tim Earth Hour Makassar – Kemah Bakti. Foto oleh @enal_18

Selain kegiatan edukasi bagi anak-anak SDN 19 Ara dan pemeriksaan kesehatan bagi penduduk Dusun Ara, Kemah Bakti juga memiliki agenda internal berupa ‘Sharing Komunitas’ berupa perkenalan dan berbagi cerita tentang komunitas mereka masing – masing. Dari sesi ini, terlihat bagaimana Makassar sebenarnya memiliki banyak anak muda yang peduli dengan isu – isu sosial di sekitar mereka.

Sesi ini pun tak berakhir begitu saja, mereka menghasilkan sebuah komitmen untuk bersinergi dalam kegiatan – kegiatan bersama ke depan. Bagi saya, sesi yang paling menarik adalah makan bersama. Mereka makan bersama beralaskan daun pisang di mana makanan diletakkan di atas daun pisang tanpa piring. Makan dengan menu yang sama di atas alas makan yang sama pula. Mereka setara, tak ada yang melebihi yang lain.

Makan Malam Kemah Bakti - foto oleh @gama_dika

Makan Malam Kemah Bakti – foto oleh @gama_dika

Semua yang mereka lakukan tak lepas dari candaan dan tawa yang tak henti-hentinya keluar dari mulut mereka. Semuanya mereka lakukan dalam semangat kebersamaan. Berbagi Bahagia Bersama, meminjam salah satu tagline peserta Kemah Bakti. Menyenangkan bisa mengenal mereka dan melihat bagaimana mereka melalui proses panjang. Saling mengenal dan melepas kepentingan masing – masing. Mereka berbagi dan belajar bersama.

Kemah Bakti ini tentu tak lepas dari berbagai kekurangan dan saya tak akan membahasnya di sini. Saya tak ingin memberi amunisi pada segelintir kaum nyinyir. Kekurangan – kekurangan itu, yang tak sedikit, akan saya sampaikan langsung pada pertemuan evaluasi nanti. Saya tak ingin ikut – ikutan nyinyir yang bukan pada tempatnya.

Bagi orang yang hanya melihat apa yang terjadi pada tanggal 24 – 25 Mei di Monumen Mandala lalu, -dan susunan acara PKM 2015 bulan depan,- anggapan bahwa PKM ini adalah kegiatan hura – hura belaka mungkin ada benarnya. Asumsi itu akan muncul jika kita hanya melihat sesuatu dari luar saja, sebuah kebiasaan baru yang terjadi belakangan ini di negara ini.

Related Posts

About The Author

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.