Yusniar dan Kasus UU ITE di Makassar dan Sulsel

Selain Ibu Yusniar yang kini mendekam dalam tahanan karena status facebook-nya, siapa saja yang terjerat kasus UU ITE di Makassar dan Sulsel?

 

Berdasarkan data Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet), sampai saat ini tercatat 7 (tujuh) kasus UU ITE di Makassar dan Sulsel. Ada 4 (empat) kasus di Makassar dan 3 (tiga) kasus di Gowa, Toraja dan Kepulauan Selayar.

Kasus UU ITE di Makassar

Adalah Mustika Tahir yang tercatat sebagai orang yang pertama terkena kasus UU ITE di Makassar. Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur ini ditahan Polisi Sulawesi Selatan atas laporan Andi Khairil Syam (anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Wajo.

Kasus UU ITE di Makassar yang kedua adalah Muh. Arsyad. Statusnya di Blackberry Messenger atau BBM “Jangan Pilih Adik Koruptor” membawanya ke proses hukum karena dilaporkan oleh Abdul Wahab. Arsyad sempat ditahan selama 93 hari di Rutan Kls I Makassar dan kemudian diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Makassar, pada 28 Mei 2014.

Menurut hakim, Arsyad tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik terhadap pemohon karena pengadu bukanlah korban yang sebenarnya. Hakim juga sangat mempertimbangkan alat bukti yang diajukan sebagai barang bukti. Alat buktinya, harusnya alat bukti elektronik.

Kasus Kadir Sijaya menjadi kasus ketiga di Makassar. Ia dilaporkan Zulkifli Gani Ottoh pada tanggal 24 Maret 2016 dengan menggunakan Pasal 27 ayat 3 UU ITE. Mantan Ketua PWI Sulsel dua periode yang kini terpilih menjadi Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel, menuntut Kadir Sijaya melanggar UU ITE dengan melakukan pencemaran nama baiknya melalui media sosial facebook karena mengkritisi komersialisasi Gedung Wartawan PWI di Jl AP Pettarani, Makassar. Sampai saat ini, kasus Kadir Sijaya masih dalam proses persidangan.

Kasus Yusniar

Kasus keempat dan yang menarik perhatian publik adalah kasus Yusniar, seorang ibu rumah tangga yang mendekam dalam tahanan karena laporan seorang anggota DPRD Kab. Jeneponto bernama Sudirman Sijaya.

Kronologi Kasus Yusniar. Ibu Yusniar hanyalah salah satu dari sekian kasus UU ITE di Makassar dan Sulsel

Kronologi Kasus Yusniar. Ibu Yusniar hanyalah salah satu dari sekian kasus UU ITE di Makassar dan Sulsel

Semua berawal dari sengketa tanah antara ayah Yusniar, yaitu Baharuddin Situju dengan saudara tirinya. Perselisihan yang tak diselesaikan di pengadilan itu makin memanas ketika 13 Maret 2016, serombongan orang mendatangi rumah Baharuddin Daeng Situju. Dalam rombongan itu terdengar teriakan “Bongkar! Saya anggota dewan! Saya pengacara!”

Belakangan diketahui orang yang berteriak bernama Sudirman Sijaya, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jeneponto dari Faksi Gerindra masa bakti 2014-2019. Sudirman Sijaya mengaku kalau dia adalah pengacara Daeng Kebo’. Seperti yang disebutkan di atas, sengketa antar saudara tiri ini belum sampai ke pengadilan sehingga aksi perusakan yang terjadi di 13 Maret tersebut bukan atas perintah pengadilan.

Sehari kemudian, Yusniar (27 tahun) yang adalah anak kandung Baharuddin Daeng Situru yang melihat dan mengalami langsung kejadian atas perusakan rumahnya mengungkapkan kekecewaannya lewat media sosial Facebook.

“Alhamdulillah Akhirnya selesai Juga Masalahnya. Anggota DPR t*lo, Pengacara t*lo. Mau nabantu orang yang bersalah, nyata-nyatanya tanahnya ortuku pergiko ganggui Poeng..,” tulisnya. Yusniar tak menuliskan satu pun nama dalam status itu.

Meski begitu, Sudirman Sijaya merasa status itu ditujukan untuk dirinya dan kemudian melaporkan Yusniar ke polisi dengan menggunakan Pasal 27 ayat 3 yaitu pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman penjara 6 (enam) tahun atau denda 1 (satu) milyar. Sejak 24 Oktober 2016, Yusniar resmi menjadi tahanan kejaksaan dan kasusnya mulai disidangkan hari Rabu, 2 November 2016.

Apa yang dialami oleh Yusniar ini mengusik rasa keadilan publik yang terwujud melalui petisi Bebaskan Yusniar dan Proses Hukum Sudirman Sijaya.

Bagi yang ingin berpartisipasi bisa bertandatangan dan menyebarkan petisi di change.org/bebaskanyusniar

Sebelumnya, bisa liat video berikut:

Next: Kasus UU ITE di Sulsel

Related Posts

About The Author

Add Comment