Kamu (Harus) Lebih Cerdas Dari Smartphonemu!

Jumlah pengguna internet dan smartphone (ponsel cerdas) di Indonesia meningkat pesat. Dari 251.160.124 penduduk Indonesia, sejumlah 38.191.873 atau 15% telah menggunakan internet dan 14% dari populasi Indonesia menggunakan ponsel cerdas. (Data wearesocial.sg per Januari 2014)

Apakah jumlah pengguna ponsel cerdas itu sudah menandakan bahwa penggunanya juga cerdas? Sepertinya tidak. Mari kita lihat pada penggunaan ponsel cerdas itu pada perilaku penggunanya melalui media sosial. Masih ingat bencana Gunung Kelud?

Entah siapa yang memulai, beredar foto-foto penampakan letusan gunung yang tampak menyeramkan di media sosial, utamanya Facebook dan Twitter. Tanpa cek dan ricek, puluhan orang (mungkin ratusan) melakukan retweet dan share foto-foto yang ternyata foto lama. Bukan foto letusan Gunung Kelud yang baru-baru ini terjadi.

Mungkin banyak yang mengira, dengan mengunggah dan me-retweet foto kejadian terbaru mereka akan menjadi keren dan terlihat update. Sayangnya tidak, tanpa mengecek kebenaran akan foto-foto itu mereka malah menyebar hoax. Di tengah bencana yang menimpa, bukannya melakukan sesuatu untuk meringankan beban korban, tapi malah menyebarkan berita hoax yang menambah kecemasan orang lain tentu bukan tindakan cerdas bukan?

Masih soal Kelud. Letusan ini ternyata menelan korban lain yang jauh dari gunung itu. Korbannya adalah seorang perempuan yang tidak bijak menggunakan media sosial. Bukannya menunjukkan empati pada ribuan korban letusan, perempuan ini malah mengaitkan bencana itu dengan perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine dan menganggap seolah-seolah bencana itu adalah hukuman bagi kaum kafir.

Perayaan Valentine tentu tak ada kaitan dengan letusan Kelud itu. Dengan menggunakan logika sederhana saja, tweet perempuan itu sudah terlihat tidak cerdas. Apakah semua korban letusan Gunung Kelud merayakan Valentine dan bisa dianggap kafir? Tweet perempuan itu pun menuai banyak kecaman yang membuatnya tidak tahan lalu menutup akunnya.

Tak hanya perempuan itu melakukan hal serupa. Ada beberapa orang yang melakukan hal yang sama. Mengaitkan sesuatu yang sebenarnya tak berhubungan sama sekali dengan bencana itu. Mungkin ingin tampak relijius di mata teman atau followers, tapi apa yang mereka dapatkan justru sebaliknya. Ada pula yang menjadikannya lelucon agar tampak cerdas(?). Sayangnya, apa yang mereka lakukan justru menampakkan ketidak-cerdasan dalam menggunakan internet dan ponsel cerdas mereka.

Ada lagi satu contoh menarik, adalah Danang Sutowijoyo yang mendadak tenar di jagad maya setelah lelaki berusia 30 tahun itu mengunggah foto kucing mati yang ditembaknya di akun Facebook. Tapi, ketenarannya tidak berbuah manis. Para pengguna media sosial mengecam tindakan itu dan menganggap Danang sebagai seorang psikopat.

Sebuah lembaga pecinta binatang, Animal Defender, melaporkan tindakan Danang ke Polres Sleman beberapa pekan lalu. Kini Danang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan kucing dan dikenai wajib lapor ke kepolisian dua kali dalam seminggu. Tak cukup hanya itu, ia pun dipecat dari pekerjaannya.

Laiknya kehidupan di dunia nyata, dunia maya pun memiliki konsekuensi yang tak kalah kejam jika kita tak bijak dalam menggunakan ponsel cerdas kita. Be Smart Than Your Smartphone, Guys!

 

Related Posts

About The Author

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.