Hati-Hati dengan Kata Sundala

Dalam beberapa hari terakhir ini di media, baik media arus utama mau pun media sosial, meributkan satu kejadian. Pemukulan seorang guru oleh orang tua siswa di Makassar yang kemudian menjadi viral di internet. Pemicunya adalah sebuah kata, sundala.

Kejadian ini berawal dari umpatan sundala MAS (15 tahun) setelah mendapat teguran karena tidak mengerjakan tugas. Sang guru yang tersinggung mendengar kata itu kemudian melayangkan tamparan (ada juga yang menyebutnya menepuk pundak) ke wajah si siswa. MAS tak terima lalu menelpon ayahnya yang kemudian datang dan terjadilah pemukulan itu.

Sundala, sebuah kata yang bagi sebagian besar orang Makassar, baik yang berdomisili di Makassar atau pun yang hidup dalam perantauan, dianggap sebagai sebuah penghinaan besar bila kata itu diucapkan padanya. Kata ini jika berdiri sendiri bermakna pelacur. Jika ditambah kata ana’ (anak, bahasa Makassar) menjadi ana’ sundala akan berarti anak haram (karena lahir dari rahim seorang pelacur). Mengucapkan kata ini pada seseorang bisa menimbulkan ketersinggungan yang sangat besar. Sama saja jika anda menyebut lawan bicara anda sebagai pelacur atau anak haram. Son of bitch, kata orang sekampung Pangeran Harry.

Hati-hati menggunakan kata ini jika sedang berada di Makassar, terlebih di hadapan orang-orang yang belum anda kenal. Bisa jadi bogem mentah melayang ke wajah anda. Kata ini jualah yang memicu kasus pemukulan guru bernama Dasrul (ada juga media yang menyebut nama Dahrul), yang dilakukan oleh seorang orang tua murid yang tidak menerima anaknya ditampar oleh Dasrul (ada juga yang menyebut, Dasrul hanya menepuk pundak anak itu).

Penyebab Dasrul menampar (menepuk pundak) MAS, siswanya, tak lain adalah karena si MAS mengucapkan kata sundala itu karena tak menerima teguran Dasrul. MAS lalu menelpon ayahnya yang, singkat cerita, datang ke sekolah dan terjadilah pemukulan yang menghebohkan kita itu. Berita dan foto yang menampilkan kemeja Dasrul penuh bercak darah mengghiasi media sosial kita. Silakan cari sendiri kelanjutan dari kisah ini di timeline facebook anda.

Kata sundala, saya yakin, beberapa dari kita akrab dengan kata ini. Setidaknya, pernah mendengar akar kata ini secara langsung.  Sundala’ adalah kata yang diserap dari kosakata bahasa Melayu ‘sundal’  yang berarti kurang lebih berarti pelacur. Dalam laman web Pusat Rujukan Persuratan Melayu untuk entri Sundal, kata ini merujuk pada perempuan yang kelakuannya tidak elok, lacur, jalang. Makna kedua bermakna perempuan lacur dan lajang. Selengkapnya bisa lihat di sini 

Saya belum menemukan rujukan sejak kapan kata ‘sundal’ ini bertransformasi menjadi sundala dalam Bahasa Makassar. Bagi sebagian besar orang Makassar, utamanya kalangan berpendidikan, menganggap kata sundala ini sebagai kata yang sangat kasar. Tak elok diucapkan, meski itu sebagai candaan atau ungkapan kedekatan dan keakraban.

Penerimaan kata 'sundala' bagi beberapa orang.

Penerimaan kata ‘sundala’ yang berbeda di kalangan masyarakat Makassar.

Pada kalangan remaja, dan juga orang dewasa, pada beberapa komunitas atau kelas tertentu, memaki dengan kata sundala adalah hal yang lumrah. Penggunaan kata yang sangat kasar bagi kebanyakan orang justru menunjukkan betapa sangat dekatnya mereka. Biasanya mereka adalah warga sub-urban yang terbiasa menghadapi kerasnya bertahan hidup.

Perbedaan kultur antara masyarakat yang berpendidikan dengan kalangan warga tertentulah yang menjadi penyebab perbedaan penerimaan terhadap sebuah kata sundala ini. Tentu saja, pihak pertama adalah pihak yang lebih dominan sehingga menempatkan kata ini pada posisi negatif. Meski, bagi sebagian kecil orang kata ini tak lebih sebagai ungkapan keakraban.

Sebenarnya, sehari sebelum kejadian pemukulan terhadap Dasrul yang dipicu oleh kata sundala, kata ini juga menjadi pemicu keributan di lapangan hijau. Pemain Persela Edy Gunawan dan bek Persiba Iqbal Samad sempat bersitegang setelah keduanya terlibat kontak fisik keras saat kedua tim mereka bertemu dalam gelaran Indonesia Soccer Championship 2016.

Iqbal Samad, menurut Edy, meneriakinya sundala. ’’Sundala itu artinya anak haram dalam bahasa Makassar,’’ jelas Edy seperti dilansir Jawapos, 09 Agustus 2016. Iqbal Samad, mantan pemain PSM yang kini membela Persiba memang suku Makassar kelahiran Gowa, sementara Edy juga memiliki darah Makassar dari ayahnya. Edy yang mengerti maksud kata ini pun tersinggung sehingga keributan pun terjadi. Untunglah mereka bisa segera berdamai sehingga keributan tak berlangsung lama dan luput dari perhatian netizen. Berbeda dengan kasus pemukulan guru yang terjadi sehari setelahnya.

Kelak, jika berkesempatan berkunjung ke Makassar, hati-hatilah dengan kata sundala ini.

Related Posts

About The Author

Add Comment