Ada Apa Dengan Habib Rizieq dan Firza Husein?

Sejak kemarin nama Habib Rizieq dan Firza Husein ramai disebut netizen. Tersebab tangkapan layar (screenshot/captured) percakapan keduanya tersebar. Tangkapan layar itu berisi percakapan layaknya dua orang dewasa sedang berhubungan intim. Chat sex, istilahnya.

Ada Apa Dengan Habib Rizieq dan Firza Husein? Keduanya dikenal sebagai pembenci Jokowi.

Sepak terjang Habib Rizieq sudah kita ketahui bersama. Bagaimana ia melakukan, yang menurutnya adalah kritik, pada pemerintahan Jokowi. Juga, pada Ahok.

Nama Firza Husein sendiri masuk dalam daftar orang yang ditangkap kepolisian. Bersama Sri Bintang Pamungkas, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet dan yang lainnya, Firza Husein diamankan polisi menjelang aksi 212 dengan tuduhan makar. Aksi 212 ini sendiri dipimpin oleh Habib Rizieq.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengungkapkan penangkapan Firza bersama sejumlah tersangka lainnya karena dia diketahui sebagai salah satu pemegang dana dugaan makar.

Saya sendiri tak percaya tangkapan layar itu. Kenapa?

Pertama: Sebagai ulama besar (bagi sebagian besar orang) tentu mustahil jika seorang Habib Rizieq melakukannya. Selingkuh dan chat sex? Meski tak begitu respek pada sepak terjang Habib Rizieq,rasanya saya tak akan bisa percaya jika Imam Besar Front Pembela Islam ini sebegitu mesumnya. Jika pun iya, masak ia tak mampu menahan diri?

Kedua: Membuat atau merekayasa tangkapan layar percakapan via whatsapp (dan media percakapan lainnya) saat ini sangat gampang. Di tangan orang yang pintar menggunakan aplikasi photoshop, sangat mudah membuapt hal semacam ini. Cara manual pun bisa. Cukup dengan membuat dua akun dengan nama Habib Rizieq dan Firza Husein di Whatsapp pun bisa. Dengan dua akun palsu itu lalu membuat percakapan seolah mereka yang melakukannya dan membuat tangkapan layar pun jadi.

Apalagi saat ini ada aplikasi Whatsapp Fake untuk membuat tangkapan layar sebuah percakapan via Whatsapp seolah-olah nyata. Aplikasi ini awalnya dibuat untuk lucu-lucuan, namun kemudian banyak disalahgunakan.

Ketiga: Kehebohan ini hanya muncul di media-media abal, yang tidak memenuhi kaidah pemberitaan. Hampir semua yang menyebarkan informasi ini adalah web atau blog pengejar klik, kemudian dikutip oleh media sejenis.

Tidak ada, atau belum ada, sampai saat ini media terpercaya yang memberitakannya. Info ini tentu beredar dan sampai juga ke tangan jurnalis media terpercaya itu. Mereka tak memberitakannya, mungkin, karena tak menemukan bukti kuat kebenaran informasi ini.

Tak cukup dengan tangkapan layar percakapan via Whatsapp, kasus ‘perselingkuhan’ Habib Rizieq dan Firza Husein pun disertai dengan foto-foto telanjang dan video rekaman suara Firza Husein, Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana.

Foto dan video yang jadi kunci dari kasus ini, meski semuanya mencurigakan. Foto yang beredar hanya foto telanjang Firza tanpa Habib Rizieq. Mengedit dan merekayasa foto bukan hal sulit bagi yang menguasai photosop. Kalau pun foto itu asli, tidak serta merta bisa kita langsung ambil kesimpulan kalau ada perselingkuhan antara Habib Rizieq dan Firza Husein mengingat foto yang beredar hanya foto Fierza seorang.

Kunci dari kasus ini ada pada video itu, jikalau ada yg bisa membuktikan bahwa dalam video itu adalah suara asli Firza Husein, maka kasus ini akan mudah terbuka lebar kebenarannya.

Saya sendiri meyakini semua yang beredar adalah rekayasa atau hoax. Pelakunya bisa siapa saja. Baik itu pembenci Habib Rizieq atau pun justru dari kubu sendiri untuk menarik simpati ummat. Mereka bisa mengklaim bahwa Imam Besar mereka lagi dizalimi, apalagi saat ini Habib Rizieq dalam kondisi tersudut. Setidaknya, sudah ada 15 laporan di Kepolisian yang melibatkan namanya.

Jika semuanya ternyata adalah rekayasa, sungguh kejam fitnah yang dibuat oleh pembuat dan penyebarnya. Semoga mereka kehilangan seluruh jari tangan mereka. Ini, kalau kata Bang Haji: “terlaluuhh”

Tapi, jika kecurigaan saya salah dan percakapan itu benar adanya, maka sebagai muslim mari berbesar hati menerima bahwa seorang habib pun manusia biasa yang tak luput dari godaan setan. Ini juga bisa menjadi pelajaran buat kita semua untuk tidak memuja seseorang dengan cara berlebihan.

Catatan: saya sengaja tak menayangkan tangkapan layar, gambar atau pun videonya karena tak pantas. Jika sangat penasaran, silakan cari sendiri.

Related Posts

About The Author

Add Comment