Greenpeace: Dukung Kebijakan Larangan Ekspor Kayu Bulat dari Tanah

Jakarta, 26 Maret 2008 – Hari ini Greenpeace menyerukan kepada
pemerintah Indonesia untuk mendukung kebijakan larangan ekspor kayu
bulat dari Tanah Papua di tengah sejumlah tekanan dari kalangan
industri kayu untuk memberikan kelonggaran atas pemberlakuan kebijakan
tersebut. Larangan ekspor kayu tersebut adalah inisiatif dari Gubernur
Papua dan Papua Barat, yang ditetapkan sejak tanggal 19 Desember 2008.

Kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat Papua dan
pihak-pihak lain yang peduli pada penyelamatan hutan Papua, Saat ini
kayu bulat dari Tanah Papua hanya diperuntukkan bagi kebutuhan
masyarakat Papua. Sementara itu, pada tanggal 17 Maret 2008 di
Jayapura, Gubernur Papua Barnabas Suebu telah ditemui oleh 40
perwakilan industri kehutanan yang meminta keringanan atas ketatnya
kebijakan tersebut. Disayangkan permintaan pihak industri ini juga
didukung oleh pemerintah pusat melalui Presiden dan Wakil Presiden.
Greenpeace menyerukan kepada pemerintah pusat untuk mendukung komitmen
penyelamatan hutan Indonesia dalam Pembahasan Iklim di Bali. Secara
global, laju penggundulan hutan tropis telah berkontribusi dan
menaikkan emisi gas rumah kaca sekitar 20%. Sebagai negara di urutan
ketiga dunia dalam emisi karbon dioksida dari aktivitas penggundulan
hutan, maka Pemerintah Indonesia seharusnya mendukung penuh kebijakan
larangan ekspor kayu bulat dari tanah papua sebagai wujud dari
keseriusan dalam penyelamatan hutan dan penanganan perubahan iklim
global.

“Pemerintah daerah Papua adalah satu dari sedikit pemerintah daerah
dengan sikap yang kuat untuk menyelamatkan hutannya serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hutan.
Seharusnya pemerintah pusat mendukung kebijakan ini agar hutan Papua
dapat terus bernafas sebagai salah satu paru-paru dunia. Penggundulan
hutan di Tanah Papua harus dikurangi secara terencana hingga mencapai
titik nol dengan tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat Papua”,
tegas Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar di
Jayapura.

Tanah Papua, meliputi hutan-hutan di bagian barat Pulau Nugini yang
terdiri atas hutan di Propinsi Papua dan Papua Barat. Hutan-hutan di
Pulau Nugini telah dipahami sebagai hutan alam asli yang tersisa di
kawasan Asia Pasifik. Hutan papua adalah permata terakhir hutan
Indonesia, setelah hutan di kawasan Sumatera dan Kalimantan mengalami
penghancuran besar-besaran karena pembabatan hutan dan konversi hutan
secara luas untuk perkebunan kelapa sawit. Membiarkan peningkatan
penggundulan hutan Papua pada tingkatan yang sama tidak hanya
merupakan sebuah kejahatan lingkungan namun juga kejahatan atas
masyarakat papua yang menggantungkan hidupnya pada hutan alam itu.
Sebelum diberlakukannya pelarangan ekspor kayu bulat, selama
bertahun-tahun kayu bulat telah dikirim secara langsung keluar dari
Tanah Papua tanpa memberikan nilai tambah untuk masyarakat Papua dan
pemerintah daerah.

Pada bulan April 2007, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Gubernur
Papua dan Papua Barat telah mendeklarasikan komitmen mereka untuk
menyelamatkan hutan. Komitmen ini telah memberikan optimisme bahwa di
Papua tidak akan terjadi lagi kesalahan pengelolaan hutan seperti
halnya di Sumatera dan Kalimantan. Deklarasi tersebut memperoleh
tanggapan positif dari berbagai kalangan pada tingkat nasional dan
internasional.

“Sekaranglah saatnya untuk melakukan aksi nyata, perluasan areal
pembabatan hutan di hutan-hutan alam asli yang tersisa harus
dihentikan. Hutan Papua harus diselamatkan dan pengelolaan hutan
berbasis masyarakat harus terus didorong”, tambah Bustar Maitar.

Greenpeace adalah organisasi kampanye yang independen, yang
menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap
masalah lingkungan hidup, dan mendorong solusi yang diperlukan untuk
masa depan yang hijau dan damai.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Bustar Maitar, Juru Kampaye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, +62 813 44
666 135, [email protected] org
Arie Rostika Utami, Assistant Media Campaigner Greenpeace Asia
Tenggara, +62 0811 177 0920, [email protected] ce.org

Related Posts

About The Author

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.