Friendster is Back!

“Akun Friendster-mu apa? Add aku dong”

Tak kenal apa itu Friendster? Berarti kamu termasuk generasi Y atau generasi Facebook :). Dia adalah media sosial lawas yang hadir sebelum kita mengenal media sosial semacam facebook, twitter dan lainnya.

Friendster dari Masa ke Masa

Friendster, yang lebih sering disingkat FS, banyak mempertemukan kembali orang – orang dengan teman lamanya. Juga untuk menambah teman – teman baru tentu saja. Dan, juga saling meninggalkan testimoni, berkirim pesan, melihat foto, memasang slide foto, mengubah tampilan profil, sampai iseng melihat private photo orang. Iya, persis seperti apa yang dilakukan facebook sekarang.

Media sosial ini hadir dan tersohor jauh sebelum facebook dan twitter ada, tahun 2002. Di jaman ketika orang – orang masih harus ke warung internet (warnet) untuk daring. Jangan bayangkan orang mengaksesnya melalui aplikasi mobile. Saat itu ponsel yang memiliki akses internet masih sangat jarang.

Boleh dibilang, FS (baca: ef es) adalah pioneer  bagi orang banyak untuk mengenal yang namanya media sosial. Penciptanyaadalah Jonathan Abrams yang merilisnya pada tahun 2002 di Mountain View, California, AS. Friendster menjadi tempat kenalan dengan banyak orang, baik itu teman lama atau pun baru.

FS pun telah memiliki fitur hampir sama seperti jejaring sosial sekarang seperti menambah pertemanan, mengirim pesan, berbagi media seperti media foto, video dan musik, membuat grup sesuai yang kita inginkan misal grup kelas, grup hobi dan lain – lain. Fitur yang mungkin paling diingat dari FS ini adalah “Who Viewed Me”  yang memungkinkan kita mengetahui siapa yang mengintip akun kita.

Friendster dari masa ke masa (2002 - 2012)

Friendster dari masa ke masa (2002 – 2012). sumber foto: ngonoo.com

 

Tahun 2007, Facebook mulai booming dan membawa dampak pada Friendster. Perlahan orang mulai meninggalkannya. Kepopulerannya pun meredup. Pada tahun 2009, sebuah perusahaan dari Malaysia  yaitu MOL Global Pte Ltd, membeli 100% saham Friendster. Pemilik baru ini, MOL Global Pte Ltd, kemudian melakukan perubahan dan penambahan fitur.  Mereka menghilangkan senyum di logo FS dan mengubahnya dengan awan hijau. Mereka juga mengubah tampilan dan home pada Friendster.

Tak hanya mengubah tampilan, FS juga meluncurkan fitur  “Do It Yourself” (DIY) Ads. Upaya ini mereka lakukan untuk menyaingi Facebook. Mereka menawarkan DIY Ads ini untuk para pengguna kalangan bisnis. Dengan fitur ini, pelaku bisnis bisa mempromosikan produk dan layanan mereka ke lebih dari 100 juta pengguna FS di lebih dari 75 negara (saat itu).

Sayangnya, inovasi itu tak mampu mengembalikan kejayaan FS hingga pada tahun 2010 mereka memutuskan   untuk  menjadikan FS menjadi media sosial bagi para pengguna game. Fitur – fitur yang mereka tambahkan lebih banyak fitur game bahkan mengandalkan game daripada bersosialisasi seperti tujuan awalnya. Pilihan ini kemudian membuat Friendster semakin lama semakin dilupakan orang.

Friendster is Back!

Nah, pada pertengahan Maret 2016 ini, FS muncul kembali dengan memakai domain dot id yaitu Friendster.id. Dari domainnya dan keterangan di halaman depan Friendster, kita bisa menebak kalau Friendster baru ini milik orang Indonesia. Yup, pemiliknya adalah PT. KebunBibit Penuh Bunga. Perusahaan tersebut adalah pemilik platform jual-beli tanaman KebunBibit.id yang dipimpin sekaligus didirikan oleh Steve Stanley.

FS lelakibugis

Tampilannya kini lebih mirip dengan Facebook, terlihat dari profil picture maupun gambar header. Juga dilengkapi dengan fitur – fitur seperti ruang chat, berbagi cerita, foto, video bahkan berbagi lokasi. Para pengguna pun bisa membuat atau memilih bergabung dengan grup – grup yang sesuai dengan minat mereka.

Tampaknya, FS baru ini akan mengarah pada media sosial yang mampu mendukung pengguna untuk berbelanja online. Hal ini terungkap dari pernyataan Steve pada Techno Id, “Ini masih perbaikan sana-sini, setelah rebranding akan jadi sociocommerce,”. Steve juga menambahkan bahwa salah satu fitur yang akan diusung jejaring sosial ini adalah transaksi jual-beli menggunakan cart di grup.

Jumlah pengguna Friendster.id ini, menurut Steve, sudah mencapai angka 20.000 orang. Jumlah yang tidak sedikit mengingat usianya belum cukup sebulan. Tertarik untuk bergabung?

Related Posts

About The Author

Add Comment