Filosofi Kopi 2 : Persahabatan dan Cinta Dalam Kedai Kopi

“Setiap hal yang punya rasa, selalu punya nyawa”

Ben, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody

Kalimat di atas adalah sepotong dialog yang diucapkan Ben dalam Filosofi Kopi 2: Ben & Jody. Sebuah kalimat yang sangat quotable. Tak lama lagi kutipan di atas, sepertinya, akan menghiasi media sosial, menjadi caption beragam foto bertema kopi.

Tanggal 7 Juli kemarin, saya mendapat undangan untuk menghadiri gala priemere Filosofi Kopi di Trans Studio Makassar. Di sela tenggat laporan kerjaan yang posesif dan persiapan membuka kafe, saya memaksakan diri untuk hadir. Sejak pengumuman tanggal penayangan perdana film ini di bioskop saya sudah menandai kalender untuk menontonnya. Ini malah berkesempatan menyaksikannya lebih duluan.

Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017) adalah sekuel dari Filosofi Kopi (2015). Sekadar mengingatkan, bagi yang belum menontonnya Filosofi Kopi adalah film yang mengisahkan persahabatan Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto). Kedua sahabat ini memiliki mimpi untuk memiliki kedai kopi. Ben dan Jody berhasil mewujudkannya, kedai Filosofi Kopi. Namun, pada akhir film Ben dan Jody harus menutup kedai mereka. Mereka kemudian memilih untuk berpetualang bersama keliling Indonesia, menjual kopi dari VW Combi yang telah dimodifikasi sebagai coffee shop keliling.

Melanjutkan film pertama, Filosofi Kopi 2, dibuka dengan adegan di mana setelah berkeliling ke beberapa kota, tiga barista Filosofi Kopi mengundurkan diri karena ingin mengejar mimpi mereka sendiri. Menghadapi masalah ini, Ben dan Jody memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan membangun kembali kedai kopi mereka.

Sayang, usaha mereka untuk kembali menjadikan kedai Filosofi Kopi menjadi kedai kopi nomor satu menghadapi berbagai tantangan. Membeli ulang tempat kedai mereka tak semudah membalik telapak tangan. Butuh dana besar karena pembeli yang dulu hanya ingin menjual kembali dengan harga tinggi. Di sinilah kemudian hadir Tarra (diperankan oleh Luna Maya) sebagai investor. Untuk menjalankan kedai kopi mereka juga merekrut Brie (Nadine Alexandra) sebagai barista.

Chicco Jericko juga tampil bagus dalam Surat Cinta Untuk Kartini

 

Kehadiran Tarra dan Brie inilah yang kemudian mengisi cerita, kisah cinta dan konflik dalam Filosofi Kopi 2. Dibanding sekuel pertama, konflik dalam film kedua ini menjadi lebih kompleks karena kehadiran kedua perempuan ini. Kalau dalam Filosofi Kopi (2015) hanya melibatkan satu perempuan, yaitu El (Julie Estelle), kali ini dalam Filosofi Kopi 2 ada dua!

Karakter Brie, barista yang dingin dan keras kepala tapi juga seorang perempuan yang tak mudah menyerah dalam memperjuangkan mimpinya, akan dengan mudah membuat penonton jatuh cinta padanya. Paling tidak, bagi saya 😀

Tarra dan Brie, menjadikan film ini sedikit lebih manis dibanding sekuel pertamanya. Membuat film ini bisa dinikmati oleh yang bukan pecinta kopi. Bahkan, bagi yang berkata: “Asam, kopinya basi!” pun bisa menikmati racikan Angga Sasongko ini. Meski penuh dengan segala hal yang berkaitan dengan kopi, seperti istilah-istilah seputar kopi, jenis-jenis kopi, hingga alat pembuatan kopi, Filosofi Kopi 2 ini hadir dengan cerita yang merupakan hasil campur tangan penonton sehingga bisa dinikmati oleh siapa pun.

Tarra dan Brie. Dua perempuan yang membuat Filosofi Kopi 2 lebih berwarna dan manis. Foto dari FB Filosofi Kopi

Oh iya, cerita film ini diambil dari dua cerita pemenang kompetisi #NgeracikCerita, kemudian dikembangkan menjadi skenario oleh Jenny Jusuf Jenny Jusuf, yang dibantu oleh Irfan Ramly. Angga Dwimas Sasongko dan Dewi Lestari, sang ibu kandung karakter Ben dan Jody, berperan sebagai konsultan skenario.

Film produksi Visinema Pictures dan 13 Entertainment ini juga memperkenalkan daerah-daerah penghasil kopi di Indonesia. Lokasi syutingnya mengambil beberapa kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bali, Yogyakarta, Lampung, Makassar, dan Toraja. Beberapa di antaranya merupakan penghasil kopi. Salah satunya adalah Toraja.

Pengambilan syuting di Toraja, selain sebagai daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia bahkan dunia, juga terkait dengan pemilihan nama karakter Tarra. Ada filosofi di balik nama itu yang nyambung dengan budaya suku Toraja. Apa itu? Silakan nonton dan cari sendiri nanti.

Bagi penonton Makassar akan dengan mudah mengenali dua lokasi syuting di kota Daeng ini; Toko Ujung Sombaopu dan Coto Gagak. Toko Ujung, bagi pecinta kopi di Makassar, tentu sudah akrab dengan nama ini. John Chendra, nama yang tidak asing bagi pecinta dan peracik kopi di Makassar, pemilik Toko Ujung ini juga hadir sebagai cameo. Selain itu film ini juga menghadirkan Ernest Prakasa, Tio Pakusadewo, Joko Anwar, Whani Darmawan, dan Rahung Nasution untuk menambah daya pikat film ini.

Pun, nama-nama musisi dan lagu yang mengisi soundtrack film ini menjadi salah satu alasan kenapa film ini layak kamu tonton. Ada Roby Navicula yang menjadi pembuka, ada Fourtwnty, Banda Neira dan Glen Fredly yang mengaransemen ulang lagu Sahabat Sejati milik Sheila on Seven. Lagu ini dinyanyikan oleh Chicco dan Rio, sangat pas mewakili persahabatan dua karakter yang mereka perankan.

Daya pikat lainnya adalah, seperti dalam film pertama, Filosofi Kopi 2 juga menghadirkan dialog-dialog yang sangat quotable. Kutipan pada awal tulisan ini hanyalah salah satu dari banyak dialog yang bisa kamu kutip sebagai caption atau status di media sosial.

Kalau pun ada yang kurang, bagi saya, adalah bagaimana penyelesaian konflik di antara mereka. Setidaknya, seharusnya konflik selesai bukan karena ‘peran’ pihak luar dari empat tokoh dalam film ini. Juga, mungkin karena kebetulan, saya bisa menebak apa penyebab konflik dan apa yang akan terjadi antara Ben dan Tarra. Tebakan saya yang terbukti benar ini saya ceritakan pada teman nonton saya, Iyan. Oh iya, kamu bisa membaca catatan dia di Tentang Filosofi Kopi 2

Tapi, hal ini tidak lantas menjadi alasan untuk tidak merekomendasikan film ini sebagai film yang sangat layak ditonton.

Penasaran bagaimana cerita, kisah cinta dan konflik di antara Ben, Jody, Tarra dan Brie dalam sebuah kedai kopi bernama Filosofi Kopi? Silakan tonton sendiri. Film ini akan tayang perdana pada tanggal 13 Juli 2017.

Biar makin penasaran, kamu bisa mengintip trailer Filosofi Kopi 2 ini:

Beberapa catatan teman yang ikut gala priemiere bisa kamu baca dalam tautan  di bawah ini;

 

Related Posts

About The Author

9 Comments

Add Comment