belajar lagi, belajar jadi manusia..

semalam saya bertemu seorang teman lama. dia masih muda, masih mahasiswi, tapi seorang aktivis lingkungan dan seorang ibu. kami lalu berbincang banyak hal. telah lama kami tak berbicara panjang, biasanya kami hanya bertemu sesaat dan hanya saling mengucapkan ‘hai’ atau sekadar basa-basi menanyakan kabar. dia masih mengingat dengan jelas apa yang kami bincangkan dalam percakapan kami yang terakhir tiga tahun lalu,sementara saya sendiri sudah tak ingat.

layaknya teman lama tak bertemu, kami pun membincangkan banyak hal. juga hidup yang kian tergerus oleh rutinitas. tentang teman-teman kami yang kini berubah. beberapa teman memang kini tampak beda. bukan lagi diri mereka yang kami kenal, seakan kami berhadapan dengan makhluk asing bila bertemu mereka. mungkin, memang seharusnya orang berubah. saya lalu teringat sebuah lagu dari keane, ‘everybody is changing’.. yah.. everybody is changing but i don’t feel the same..


adalah hal yang wajar bila semua berubah. tapi bukan perubahan seperti itu yang saya inginkan.. saya ingin mereka berubah, meraih kehidupan yang lebih baik lagi. tapi, saya tak ingin kepribadian mereka ikut berubah. tak harus memusatkan diri pada simbol yang ada di baju mereka… adapun saya, tak jelas perubahan apa yang saya alami. saya masih tetap bertahan di tempat saya sekarang meski dengan keimanan yang mulai menipis. tempat ini membuat saya nyaman, meski tak mampu menjawab tekanan-tekanan sosial yang ada.

sudah setahun saya tak menulis apa-apa, sekali dua di blog memang ada. setahun saya merasa kosong, kehilangan gairah menulis. catatan harian pun tak terjamah. geli rasanya, soalnya saya mengompori teman tersebut untuk menuangkan pikiran, perasaan dan pengalamannya di dunia aktivisme yang dia geluti sekarang, padahal saya lagi mandek dalam menulis. saya sarankan dia untuk memiliki dua catatan harian. satu untuk menuliskan perasaan-perasaannya alias cinta melulu, satunya untuk semua hal yang berkaitan dengan aktivitasnya.

kembali ke diri sendiri. saya kini mencoba memaksakan diri untuk kembali membaca. juga mewajibkan diri membeli buku setiap bulan minimal satu judul. memang bukan hal mudah bagi pekerja tak bergaji untuk menyisihkan uang pembeli buku, tapi tetap saya paksakan. kadangkala bila dalam sebulan saya tak mampu membeli buku sebijipun, saya memaksakan membeli dua buku di bulan berikutnya..
saat ini saya sedang membaca biografi Gus Dur setelah membaca Mahatma Gandhi. dua hari lalu juga saya membeli sebuah buku lama berjudul ‘Mendidik Manusia Merdeka’, sebuah kumpulan tulisan tentang Romo Mangun yang diterbitkan tahun 1995 udalam rangka peringatan ulangtahun beliau yang ke 65. buku yang tak sengaja saya beli ketika menemani adik ke tokobuku. harganya 30 ribu, cukup murah untuk sebuah referensi bagi saya yang sedang belajar lagi jadi manusia.
berbeda dengan bulanbulan sebelumnya, april ini saya membeli dua buku. siang tadi saya membeli buku lagi berjudul Kumpulan Kisah Inspiratif yang dibukukan berdasarkan kisah-kisah dari narasumber acara Kick Andy di MetroTV. di belantara racun tv yang disebarkan sinetron, kick andy hadir sebagai penawar. acara ini betul-betul mencerahkan hati. begitu banyak pelajaran berharga yang dapat diperoleh dari orang-orang yang ditampilkan acara yang dipandu andy f noya, pimred metro tv.
melalui buku-buku ini, saya ingin kembali belajar. belajar jadi manusia. seperti romo mangun yang berbuat banyak hal karena ketelanjangannya sebagai manusia, bukan karena ia sastrawa, arsitektur, budayawan ataupun pastor. berbuat bagi sesama manusia bukan karena simbol yang melekat tapi karena sebagai Manusia (dengan huruf M kapital).

saya ingin berbuat sesuatu, mungkin dengan menulis.. kini, saya harus memaksakan diri untuk belajar lagi.. belajar menulis. kelak, belajar jadi manusia..

Related Posts

About The Author

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.