bbm naik+demonstrasi=bom!

pemerintahan sby-jk memang keterlaluan karena telah menaikkan harga bbm di atas 50%, -meski alasan kenaikan itu dapatlah dipahami- padahal dulu ia sby berjanji tak akan menaikkan bbm di atas 50%. kenaikan ini jelas mencekik nasib rakyat miskin kebanyakan, apalagi kenaikan ini dilakukan menjelang bulan ramadhan yang selalu diiringi dengan kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari. harga bbm yang melambung tinggi diikuti dengan efek domino yang sangat dahsyat dan menyengsarakan rakyat kecil. tapi, sekali lagi, kenaikan itu masih bisa dimaklumi.
di makassar, kenaikan harga bbm itu disambut dengan aksi-aksi mahasiswa yang menentang ke(tidak)bijakan itu. lemarahan mahasiswa itu memuncak mendengar pernyataan jk yang mengatakan Tidak Ada Urusan dengan demo mahasiswa. sayangnya, mahasiswa menggelar aksi dengan sangat tidak simpatik; tutup jalan dan bakar ban. bukannya memperjuangkan nasib rakyat kecil, mereka malah menambah penderitaan rakyat kecil karena harus berjalan kaki akibat penutupan jalan. belum lagi pembakaran ban, -pastilah mereka tidak membayar ban yang mereka ambil dari bengkel2- justru akan merusak jalan dan membuka kemungkinan korup aparat pemerintahan dengan alasan perbaikan jalan.
“hanya ada satu kata buat mahasiswa, Bangsat!” teriak seorang ibu yang gelisah menunggu anaknya yang belum pulang dari sekolah sejak pagi karena terperangkap macet. bukannya mendapat simpati, mahasiswa justru malah menjadi bahan umpatan masyarakat yang mereka atas-namakan dalam setiap aksi. mahasiswa tak lagi layak menyandang gelar maha+siswa, mereka justru lebih layak digelari maha+siwa (dewa perusak dalam mitologi hindu).
pemerintah memang keterlaluan, tapi mahasi(s)wa itu lebih keterlaluan lagi. masyarakat kita sudah cukup menderita dengan kenijakan itu, eh malah ditambah lagi dengan ulah mereka. demonstrasi menentang kenaikan harga bbm memang wajib kita lakukan, tapi tentulah dengan cara yang simpatik dan elegan tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat kecil.
belum lagi kemarahan masyarakat luas akan kenaikan harga bbm mereda, pulau dewata meledak lagi. sampai jam 10 malam, korban tewas sudah mencapai 15 org. bukannya mau mencurigai, tapi bila melihat pola-pola pemerintah dalam menangani isu, saya merasa kalo bom itu sengaja diledakkan untuk mengalihkan perhatian masyarakat. sudah terlalu sering isu-isu besar dialihkan dengan isu-isu lain…

Related Posts

About The Author

Add Comment