Bagaimana Menulis Judul Yang Benar dan Menarik?

Dalam sebuah tulisan, baik itu artikel ilmiah, berita hingga tulisan populer dalam sebuah blog, judul menjadi sebuah elemen penting. Kenapa penting? Hal pertama yang dilihat dari pembaca adalah judul. Jika pembaca sudah jatuh hati atau penasaran dengan judul, mereka akan melanjutkan bacaan. Sebaliknya, jika judul saja sudah tak mampu menarik perhatian mereka bisa dipastikan pembaca akan segera meninggalkan tulisan itu.

Saat ingin membuat judul, ajukan pertanyaan ini pada diri sendiri: “Jika pembaca melihat judul yang saya pakai, apakah mereka akan tertarik membaca tulisan ini? Jika jawabannya Ya, berarti judul itu kemungkinan besar menarik.

Lalu bagaimana membuat judul yang baik dan menarik? Saya akan berbagi pengetahuan yang saya dapatkan dari berbagai sumber dan juga berdasarkan pengalaman.

Judul harus benar-benar menggambarkan isi tulisan. Jangan memakai judul bombastis, seperti kecenderungan media sekarang) untuk memancing pembaca. Sekali pembaca merasa tertipu oleh judul, percayalah, mereka tak akan mau lagi membaca tulisan (lain) anda.

Kemudian, ajukan pertanyaan selanjutnya: “Apakah pembaca bisa menebak atau mengetahui apa yang saya tuliskan dengan membaca judul?” Biasanya, seorang pembaca tak akan tertarik pada sebuah tulisan jika tak mendapat gambaran dari judul tulisan itu.

Berikut ini panduan membuat judul yang menarik dan benar sesuai kaidah Panduan Ejaan Bahasa Indonesia;

  1. Gunakan Kalimat Aktif. Kalimat aktif biasanya lebih efektif memancing rasa penasaran pembaca jika dibandingkan dengan kalimat pasif.

Contoh: Hingga Juni 2015 KPK Telah Menangkap 14 Gubernur

  1. Tanda petik tunggal dalam judul. Tanda petik tunggal dalam judul hanya dipakai untuk kata yang bermakna kiasan. Contoh: Iniesta Adalah ‘Pelayan’ Messi
  1. Tanda kutip dalam judul boleh dipakai jika pernyataan itu hasil wawancara dengan seorang narasumber bukan dari penulis. Contoh: “PSM Harus Memecat Sumirlan!”
  1. Judul hasil wawancara tidak perlu tanda kutip bila sumber wawancara ikut dijadikan bagian dari judul. Contoh: Sudirman Said: Saya Bukan Anak Buah Bos Freeport!
  1. Kata – kata asing, nama media, judul buku, film, dan lain – lain yang dicetak miring dalam tulisan tetap ditulis tegak dan tanpa tanda petik.
  1. Judul ditulis dengan huruf awal besar untuk setiap kata, kecuali kata yang berjenis partikel, yaitu konjungsi (kata penghubung), preposisi (kata depan), dan interjeksi (seruan perasaan). Contohnya: di, ke, dari, dan, atau, yang, untuk, dengan, dalam, pada, kepada, sebagai, terhadap, jika, maka, tapi, karena, tentang, agar, supaya, hingga, sejak, pun, per, demi, si, meskipun, secara, seperti, ialah, ah, oh, deh, dong, kok, ala.

Contoh:

Semalam di Kajang Dalam

Kisah Cinta Antara Anyer dan Jakarta

Baca Juga: Enam Kesalahan Penulis Pemula

  1. Penggunaan kata ulang dalam judul.

  Kata ulang murni dalam judul, kata kedua diawali huruf kecil. Contoh: Netizen Meminta Pemerintah                     Membatalkan Undang-undang Karet.

Kecuali untuk kata-kata yang dipakai sebagai nama resmi kenegaraan seperti Undang-Undang Dasar 1945, Garis-Garis Besar Haluan Negara.

Untuk kata ulang berubah bunyi, judul harus ditulis dengan kata kedua diawali huruf kecil. Contoh: Kerlap – kerlip Lampu di Makassar Sangat Memukau

Untuk kata ulang berimbuhan dalam judul harus ditulis dengan memakai huruf kapital pada kata pertama saja. Contoh: Selama Bertahun – tahun Perempuan Itu Menanggung Malu

  1. Jangan menggunakan tanda titik pada akhir judul karena tanda titik tidak dipakai pada akhir judul.
  1. Adakalanya kita menggunakan judul yang berupa pertanyaan. Terkadang kita lupa memakai tanda tanya pada akhir judul tersebut.

Contoh judul yang salah: Bagaimana Menyusun Paragraf

Contoh judul yang benar: Bagaimana Menyusun Paragraf?

  1. Penggunaan kata yang berbentuk jamak. Sering kali kita menjamakkan kata yang sudah menggunakan bentuk jamak. Hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang belum tahu arti kata jamak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jamak adalah bentuk kata yang menyatakan lebih dari satu atau banyak. Contohnya, guru – guru atau para guru adalah bentuk jamak dari kata guru.

Contoh kesalahan dalam kata jamak: 10 Ciri-Ciri Perempuan Cemburu

Yang benar adalah: 10 Ciri Perempuan Cemburu atau Ciri – Ciri Perempuan Cemburu

  1. Menggunakan kata bersinonim atau bermakna serupa. Banyak penulis yang menggunakan kata yang memiliki makna mirip atau sama dalam judul tulisan mereka.

Contoh: Membaca Adalah Merupakan Kewajiban Para Penulis

Judul di atas salah karena kata ‘adalah’ memiliki makna yang sama dengan ‘merupakan’. Judul itu seharusnya ditulis seperti berikut: Membaca Adalah Kewajiban Para Penulis atau Membaca Merupakan Kewajiban Para Penulis

  1. Gunakan kata – kata yang berima atau memiliki bunyi senada. Contoh: Sepi di Tepi Pagi Karebosi
  2. Salah satu tips untuk membuat judul menjadi menarik adalah dengan memelesetkan peribahasa atau slogan yang akrab bagi pembaca. Contoh: Sedia Pasangan Sebelum Hujan
Contoh membuat judul dengan memelesetkan peribahasa.

Contoh membuat judul dengan memelesetkan peribahasa.

 

Punya tips lain dalam membuat judul? Sila bagikan di kolom komentar

 

 

Related Posts

About The Author

One Response

Add Comment