Awalone, Awal yang (Tak) Alone

Awalone - Review Lelakibugis

Sudah lama saya tak benar – benar ngeblog, dalam artian saya mengisi blog dengan postingan yang sesuai dengan isi hati. Tsahh. Memang benar, dalam bukan Februari ini beberapa postingan, tapi yah itu tadi semua postingan bukan benar – benar postingan dari dalam hati. Tsahh (lagi). Berputar – putar yah? Sengaja, demi memperpanjang kalimat pembuka :p

Untunglah ada program Siapakatau dari Komunitas Blogger AngingMammiri Makassar di mana peserta yang ikut diminta untuk mereview blog – blog yang telah ditentukan oleh AngingMammiri masing – masing.  Nah, saya kemudian mendapat tugas untuk mereview blog Awalone ini. (Thanks Pacca! Akhirnya saya punya alasan untuk ngeblog lagi).

Sebelum mereview, jujur saja saya tak pernah mengunjungi blog ini. Lalu, mulailah saya ber-blog walking, menjelajahi blog ini. Setelah membaca postingan teratas, saya kemudian memilih acak postingan di blog si Jolang ini.

Saya sudah kepincut pada postingan pertama yang saya baca yaitu ‘Syahadat Sang Muallaf’ yang bercerita tentang pengalamannya menyaksikan proses konversi seorang non muslim menjadi muslim. Ceritanya mengalir dan membuat saya merasa seakan berada dalam proses itu. Saya merasa turut menyaksikan langsung apa yang ia ceritakan.

Saya lalu memilih dan membaca secara acak postingan – postingannya. Ada beberapa tema, selain curhatan tentunya, yang menarik, semisal catatan – catatan perjalanan, tutorial – tutorial dan aktifitas kesehariannya. Tema – tema itu ia rangkum dalam 4 (empat) kategori; Aktivitas, Belajar, Selingan, dan Kisah.

Kisah – kisah dalam blog, yang pemiliknya mengaku Jolang alias Jomblo Petualang ini, mengalir dengan penceritaan yang detail. Membawa saya, sebagai pembaca, seakan berada dan menyaksikan langsung apa yang ia tulis. Selain itu, dalam beberapa postingan ia menambahkan video sehingga membuat pembaca betah bertualang dalam blognya.

Si pemilik blog adalah seorang pejalan. Ada banyak postingan yang menceritakan perjalanannya ke tempat – tempat indah yang mungkin tak banyak orang tahu. Tak seperti pejalan pada umumnya, ia berbaur dengan objek yang ia datangi. Sehingga ketika menceritakannya, para pembaca akan merasa intim dengan apa yang ia ceritakan.

Hanya ada sedikit hal yang mengganggu saya sebagai pembaca. Si Jolang ini agak abai pada kaidah penulisan. Ada beberapa kesalahan pengetikan yang saya jumpai, semisal ‘langka’ ia tuliskan menjadi ‘langkah’. Juga pada penulisan nama – nama tempat atau kota yang seharusnya diawali dengan huruf kapital, semisal ‘bulukumba’ yang harusnya ‘Bulukumba’. Sebagai orang yang bergelut dalam dunia kepenulisan, hal – hal kecil ini menggganggu saya namun tak jadi soal jika pembaca mengabaikannya.

Untuk tampilan, ia memilih theme yang sederhana. Mungkin pemilihan ini sesuai dengan karakternya. Kesederhanaan tampilan ini justru menjadikan blog ini menarik dan memudahkan pembaca untuk menjelajahinya. Namun, di balik kesederhaan tampilan ini tersimpan beragam kisah yang kaya makna.

Berkunjunglah, lalu pilih secara acak salah satu postingan dalam http://awalone.com/ dan buktikan sendiri!

Related Posts

About The Author

Add Comment