Apa Itu Begal?

Begal, mungkin adalah kata sangat akrab bagi warga Makassar setahun belakangan. Media arus utama; koran, tivi dan portal ramai memberitakan kasus – kasus pembegalan yang terjadi di Kota Daeng ini. Media sosial lebih ramai lagi. Tengoklah timeline teman – teman anda; entah itu di twitter, path atau facebook. Hampir semua pernah menuliskan dan membahas kasus begal ini.

Lalu apa itu begal? Mari kita lihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia versi daring. Ada yang belum apa itu daring? Daring adalah singkatan ‘dalam jaringan’, entri ini adalah padanan untuk menggantikan kata ‘online’. Lawan katanya, ‘offline’, padanannya adalah ‘luar jaringan’ atau sering disingkat dengan luring. Dua kata ini sudah mulai dipakai oleh media – media massa kita namun sangat jarang kita lihat orang awam menggunakannya.

Kembali ke kata ‘begal’. Menurut KBBI versi daring, begal adalah penyamun. Membegal sendiri memiliki dua makna; merampas di jalan dan menyamun. Proses, cara, perbuatan membegal; perampasan di jalan; penyamunan: disebut pembegalan.

Lalu dari mana lema begal ini berasal? Begal adalah kosa kata dari Bahasa Jawa yang artinya menaklukan, mengunci, menjatuhkan, melumpuhkan lawan dengan tangan kosong hingga lawan tak mampu lagi bergerak.

Contoh penggunaannya bisa seperti ini: ‘Dulu sewaktu kecil, ayah harus membegal saya untuk minum obat’, yang berarti ayah harus mengunci sehingga saya tak bisa bergerak dan ibu atau tante saya bisa memasukkan obat ke mulut saya. Begitu kira – kira.

Kata begal untuk kasus kejahatan di jalanan mulai sering dipakai oleh media nasional sekitar tahun 2013. Di Makassar sendiri, media lokal lebih memilih menggunakan ‘geng motor’ untuk merujuk kasus – kasus serupa. Penggunaan kata begal sendiri di Makassar mulai marak sejak awal tahun 2015 menggantikan istilah ‘geng motor’ yang sering dipakai oleh media arus utama pada tahun sebelumnya.

Entah alasan apa sehingga media Makassar lebih memilih istilah ‘geng motor’ dan kemudian ikut arus utama media nasional dengan menggunakan kata ‘begal’. Mungkin karena kata begal ini memiliki nuansa yang lebih gelap dan sadis dibandingkan misalnya kata jambret atau rampas.

Kasus Begal di Makassar Tahun 2015

Kasus Begal di Makassar Tahun 2015

Kata begal sendiri kini merujuk pada semua kasus penjambretan, perampasan, atau pencurian dengan kekerasan (curas). Tempo melansir, berdasarkan data dari Polrestabes Makassar, tercatat sebanyak 442 kasus begal terjadi sepanjang tahun 2015 ini. Angka tersebut meningkat signifikan dari tahun 2014 yang hanya berjumlah 254 kasus.

Dari ratusan laporan pengaduan masyarakat yang tersebar di seluruh Kota Makassar, kepolisian menyelesaikan 194 kasus dan menetapkan ratusan tersangka.  Daerah dengan kasus begal banyak terjadi di kecamatan Panakukkang, Makassar dan Rappocini.

Ironisnya, sebagian besar pelaku begal ini berasal dari kalangan anak – anak di bawah umur. Hampir 70% pelakunya adalah remaja. Kebanyakan para pelaku juga merupakan anak putus sekolah dan pengangguran.  Hal ini menyebabkan kepolisian harus bekerja keras menangani kasus begal mengingat vonis yang dijatuhkan kepada pelaku biasanya adalah vonis ringan karena mereka rata – rata masih di bawah umur.

Baca Juga: Nak, Ini Tentang Ketakutan

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono, melalui sulsel.pojoksatu.id, memaparkan ada penurunan angka begal di Kota Makassar selama tiga bulan terakhir di tahun 2015. “Alhamdulilah ada penurunan angka curas selama beberapa bulan terakhir berkat keseriusan dan kerja keras polisi dan peran aktif masyarakat. Artinya sinegitas masyarakat dan polisi semakin tinggi,” kata Rusdi saat membuka acara peresmian pos kamling di Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Sabtu, 12 Desember 2015.

Penurunan angka kasus itu tidak terlepas dari tanggapan serius Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto yang menginstruksikan kepada jajarannya agar menindak tegas para pelaku pencurian dan kekerasan alias begal. Beberapa pelaku begal sudah merasakan timah panas polisi ini. Sayangnya, tindakan tegas ini belum menampakkan hasil maksimal. Kasus begal masih saja terjadi. Pada malam pergantian tahun kemarin, tercatat ada dua kasus terjadi. Satu kasus terjadi Jl. Abdullah Daeng Sirua, satunya lagi terjadi di Tol Sutami.

Related Posts

About The Author

Add Comment