5 Taman Nasional Laut di Pulau Sulawesi

Taman Nasional laut merupakan kawasan laut yang dikhususkan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli.

Taman nasional laut dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi alam. Selain itu, taman nasional laut juga biasanya merupakan daerah tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan karena kekayaan dan keindahan alamnya masih terjaga.

Di Pulau Sulawesi setidaknya ada 5 (lima) taman nasional laut. Apa saja taman nasiona laut di Sulawesi? Berikut daftarnya;

  1. Taman Nasional Laut Bunaken, Sulawesi Utara

Taman Nasional Bunaken merupakan taman nasional laut pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1991. Taman ini terletak di Segitiga Terumbu Karang, menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang dan juga berbagai spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut. Taman Nasional Bunaken memiliki ekosistem terumbu karang yang sangat kaya.

Terdapat sekira 390 spesies terumbu karang di wilayah ini. Spesies alga yang dapat ditemui di Taman Nasional Bunaken adalah Caulerpa, Halimeda dan Padina, sementara spesies rumput laut yang banyak ditemui adalah Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides, dan Thalassaodendron ciliatum.

Taman Nasional Bunaken juga memiliki berbagai spesies ikan, mamalia laut, reptil, burung, moluska dan mangrove.Sekitar 90 spesies ikan tinggal di perairan wilayah ini.

  1. Taman Nasional. Kep. Togean; Sulawesi Tengah

Taman Nasional Kepulauan Togean terletak di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah merupakan taman nasional laut yang diresmikan pada tahun 2004. Secara administrasi wilayah ini berada di Kabupaten Tojo Una-Una. Kepulauan ini dikenal kaya akan terumbu karang dan berbagai biota laut yang langka dan dilindungi.

Togean di malam hari - foto togean dotnet

Togean di malam hari – foto togean dotnet

Kepulauan Togean memiliki enam pulau besar yaitu Batudaka, Una-una, Togean, Talatako, Walea Kodi dan Walea Besar yang dikelilingi oleh pulau-pulau kecil yang berpenghuni dan banyak yang masih kosong.

Pulau yang paling dikenali dan dikunjungi oleh wisatawan adalah Pulau Kadidiri, Poya, Polilanga, Malenge, Pangempa dan Una-una karena memiliki resort pantai yang nyaman dengan halaman depan pantai berpasir putih dan laut bening yang dihiasi taman karang.

Di taman nasional ini kita bisa snorkelling dan menyelam di Pulau Kadidiri, menjelajah hutan di Pulau Malenge, berkunjung ke gunung Colo, atau kita juga bisa berkunjung ke pemukiman masyarakat Bajo di daerah Kabalutan.

  1. Taman Nasional Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara

Taman Nasional Wakatobi merupakan salah satu dari 50 taman nasional di Indonesia, yang terletak di kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Taman nasional laut  ini ditetapkan pada tahun 1996 dan memiliki total area 1,39 juta ha dengan 4 (empat) pulau yaitu Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Suku kata pertama dari nama empat pulau inilah yang membentuk nama Wakatobi.

Taman nasional ini menempati salah satu prioritas tertinggi dari konservasi laut  menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang. Kedalaman air di taman nasional ini bervariasi, bagian terdalam mencapai 1.044 meter di bawah permukaan air laut dan memiliki panorama keindahan alam bawah laut dengan 25 buah gugusan terumbu karang. Gugusan terumbu karang dapat dijumpai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai. Adapun jenis karang tersebut di antaranya: Acropora Formosa, Hyacinthus, Psammocora profundasafla, Pavona cactus dan lain-lain.

salah satu pantai di Taman Nasional Wakatobi - wikipedia

salah satu pantai di Taman Nasional Wakatobi – wikipedia

Taman nasional ini juga memiliki ragam spesies ikan. Kekayaan jenis ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan konsumsi perdagangan dan ikan hias di antaranya: Argus bintik (Cephalopholus argus), Takhasang (Naso unicornis), Pogo-pogo (Balistoides viridescens), Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) dll.

Di Taman Nasional Wakatobi, terdapat juga beberapa jenis burung laut seperti: Angsa-batu coklat (Sula leucogaster plotus), Cerek melayu (Charadrius peronii), Raja udang Erasia (Alcedo atthis). Ada juga terdapat juga tiga jenis penyu yang sering mendarat di pulau-pulau yang ada di taman nasional ini yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea).

Taman nasional ini banyak dikunjungi para wisatawan, domestik maupun mancanegara, yang menyukai keindahan alam bawah laut dan kegiatan seperti menyelam, snorkeling dan berenang untuk melihat gugusan terumbu karang yang indah dan berbagai hewan bawah laut. Di Pulau Wanci, atau Wangi-wangi, pengunjung dan juga menyaksikan berbagai kebudayaan masyarakat setempat seperti kehidupan suku Bajoe.

  1. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Sulawesi Tenggara.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai adalah taman nasional yang terletak di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Rawa Aopa Watumohai ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1989, dan memiliki wilayah seluas 1.050 km². Ketinggian taman ini bervariasi dari di atas permukaan laut hingga ketinggian 981 m.

Taman ini memiliki beragam vegetasi, seperti hutan mangrove. Di taman nasional ini juga terdapat babirusa, anoa dan 155 spesies burung, 37 diantaranya endemik. Selain itu, di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai terdapat 323 spesies tanaman.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai - GaleriIndonesia dotcom

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai – GaleriIndonesia dotcom

Rawa Aopa memang tempat hidup bermacam jenis teratai, mulai teratai merah, putih, ungu hingga perpaduan beberapa warna sesuai cuaca. Ada yang mengapung dari jenis kiambang, ada yang tegak serupa anyelir. Selain teratai, mata dimanjakan dedaun talas yang lebar, panda berduri, pudak hijau, rumput bulat, dan bunga bakung. Keindahannya sangat khas. Tak pelak pastilah surga bagi mereka yang gemar traveling dan fotografi.

  1. Taman Nasional Taka Bonerate Sulawesi Selatan

Takabonerate adalah pulau utama dari Taman Nasional Takabonerate yang memiliki karang atol terbesar di Asia Tenggara dengan luas 220.000 hektar. Juga terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva dengan, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 530 km².

Bagi Anda yang hobi menyelam, kawasan Takabonerate ini sangat tepat untuk wall-dive karena ada banyak kawasan dengan kontur dinding/jurang, area yang miring melandai hingga pulau-pulau bawah air. Selain itu, keindahan bawah air itu tidak hanya untuk penyelam, banyak tempat juga yang dapat dilihat keindahannya dari 0-5 meter dengan snorkling.

Memberi Makan Bayi - Bayi Hiu di Pulau Tinabo Taman Nasional Taka Bonerate

Memberi Makan Bayi – Bayi Hiu di Pulau Tinabo Taman Nasional Taka Bonerate

Air yang jernih dan ikan-ikan kecil warna warni yang melimpah serta terumbu karang yang beragam menjadi surga tersendiri bagi para snorkeler. Di tepian pantai pulau Tinabo ini kita juga bisa menyaksikan Baby Shark (bayi hiu) jenis Black Tip berenang dengan bebasnya. Salah satu aktifitas yang bisa dilakukan adalah memberi makan bayi hiu.

Taman Nasional Takabonerate juga memiliki kekayaan laut berupa ikan, moluska da penyu. Terdapat  sekira 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu (Epinephelus spp.), cakalang (Katsuwonus spp.), Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus), dan baronang (Siganus sp). Sebanyak 244 jenis moluska di antaranya lola (Trochus niloticus), kerang kepala kambing (Cassis cornuta), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), kima sisik (Tridacna squamosa), kerang mutiara (Pinctada spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).

Jenis-jenis penyu yang tercatat termasuk penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Dermochelys coriacea). Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili di antaranya Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, Fungia concinna, dan lain-lain.

Related Posts

About The Author

One Response

Add Comment