5 Panduan Menggunakan Media Sosial

Tidak sedikit yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk melakukan tindakan kejahatan bahkan kriminal, baik itu mulai dari penipuan hingga kejahatan berat semisal pembunuhan. Semoga Panduan Menggunakan Media Sosial ini bisa membantu teman-teman mencegah hal yang tidak kita inginkan.

Berikut 5 Panduan Menggunakan Media Sosial yang bisa teman-teman terapkan.

  1. Menjaga Privasi

Pernah mendapat surel (e-mail), sms atau telepon penawaran produk dari orang yang tak kamu kenal?  Sekali dua kali tak apa. Tapi jika keseringan, tentulah terasa mengganggu.

“Dia dapat dari mana yah nomer saya?” begitu kadang pikir kita. Iya, kan?

Sebenarnya, tanpa sadar kitalah yang membagikan nama surel dan nomer ponsel kita pada mereka. Yang paling sering kita lakukan adalah memberikan nomer ponsel atau surel di status, kolom komentar atau balasan di salah satu media sosial. Padahal status, kolom komentar atau balasan itu bisa dilihat semua orang yang masuk dalam lingkaran pertemanan kita. Bahkan, mereka yang bukan teman kita pun bisa jika kita pengaturan privasi kita terbuka untuk umum.

Cara untuk mencegah hal-hal privasi kita tersebar di dunia maya dan disalahgunakan oleh orang lain adalah dengan mengubah aturan privasi ke tertutup atau hanya orang-orang tertentu saja. Atau, jawablah pertanyaan tentang nomer ponsel atau surel melalui jalur chat atau direct message.

 

  1. Jaga Keamanan Akun

Kasus peretasan akun email atau media sosial semacam facebook sudah sangat sering terjadi. Modus paling umum adalah para peretas memakai email atau facebook untuk menipu teman-teman atau kenalan si pemilik akun, misalnya dengan meminta pinjaman uang atau melalui pulsa dengan berbagai alasan. Biasanya, para penipu ini mengaku sedang kena musibah untuk menarik simpati sehingga kita terpedaya.

Cara efektif dalam Panduan Menggunakan Media Sosial untuk mencegah hal ini terjadi adalah membuat password atau kata kunci yang aman sehingga orang lain sulit meretas akun surel atau media sosial kita. Salah satu cara membuat akun-akun kita aman dari peretasan adalah dengan membuat kata-kata kunci yang berbeda untuk setiap akun.

Baca Cara Membuat Password Yang Aman untuk menghindari peretasan akun

 

  1. Menghindari Hoax

Di era di mana informasi datang bagai tsunami melanda, penting bagi kita untuk menyaring informasi yang masuk agar tidak terjebak masuk ke dalam penyebaran Hoax atau berita bohong. Persebaran hoax ini sangat susah dilawan. Mati satu tumbuh seribu, begitulah kira-kira keberadaan situs-situs penyebar hoax. Ini karena kemudahan membuat blog atau situs berita.

Ada banyak motif dari bermunculannya situs-situs pembuat hoax ini. Mulai dari motif mendapatkan uang dengan memanfaatkan fanatisme atau kebencian orang banyak sampai pada motif politik seperti yang terlihat pasa masa-masa menjelang dan paska pilpres 20014. Hal ini terlihat kembali pada pilgub DKI 2017.

Cara mencegah penyebaran hoax, seringkali diikuti dengan benih kebencian dan perpecahan, adalah dengan mulai dari diri sendiri. Jangan ikut menyebarkannya. Biasakan melakukan verifikasi atau tabayyun sebelum ikut menyebarkan sebuah informasi.

Baca dan Lihat Cara Mengetahui Hoax dan motif serta cara kerjanya di sini

 

  1. Sebarkan Hal Positif, Jangan Yang Negatif

Masih ingat kasus Florence? Seorang perempuan yang mengeluh di Path kemudian menjadi ramai di media sosial. Kasus Florence bahkan berakhir di pengadilan karena warga Yogyakarta tak terima dengan pernyataannya di media sosial. Padahal, Florence menuliskannya di Path, media sosial yang membatasi jumlah pertemanan penggunanya hanya sebanyak 500 orang.

Belajar dari kasus Florence, sebaiknya gunakan media sosial itu menyebarkan hal-hal positif dan hindari sebaliknya. Jauhkan gawai atau ponsel jika sedang amarah untuk menghindari membuat status yang bisa jadi boomerang seperti yang dialami Florence. Jika punya keluhan, kekecewaan atau kemarahan, tuliskan dengan nada yang lebih berisi masukan, kritikan atau saran, bukan cacian atau hinaan.

Mari belajar dari kasus Florence dan kasus lainnya di media sosial.

Terlebih saat ini manajer-manajer personalia atau orang-orang yang menentukan dalam perekrutan karyawan sebuah perusahaan menggunakan media sosial untuk mencari tahu calon pekerja. Mereka akan dengan gampang mengetahui bagaimana sikap, watak atau kepribadian sesesorang melalui media sosial yang bersangkutan. Tentu saja para bos itu ingin memastikan mereka menerima orang yang baik dari segi, intelegensi, emosi, sosial dan aspek-aspek lainnya.

Jangan sampai kesempatan bekerja di tempat idaman kita gagal hanya karena status-status bernada negatif di media sosial kita.

 

  1. Gunakan Seperlunya

Gunakan media sosial seperlunya saja. Tak perlu memiliki akun pada semua media sosial yang ada sekarang. Gunakanlah media sosial yang paling menunjang aktifitasmu. Saya sendiri, sebagai blogger, hanya menggunakan media sosial yang saya anggap bisa membantu menyebarkan tautan ke tulisan-tulisan di blog.

Mengikuti dan aktif di semua media sosial akan menghambat produktivitas dan akan berdampak pada tidak terkontrolnya antara akun satu dengan akun lainnya. Terlalu banyak akun media sosial juga bisa menciptakan ketergantungan. Waktumu akan habis tersita hanya untuk mengurusi akun-akun itu padahal tak semuanya kamu perlukan.

 

5 Panduan Menggunakan Media Sosial di atas hanyalah rangkuman dari beberapa tips dan trik. Masih banyak cara lain untuk mengoptimalkan media sosial. Jika punya, silakan tambahkan di kolom komentar.

tulisan ini diikutkan dalam #tantangan5 kelaskepo.org

Related Posts

About The Author

One Response

Add Comment