5 Lagu Tentang Desember

Bersama langit yang muram dan bumi yang basah di penghujung tahun, ada lagu-lagu tentang Desember yang bisa bikin kamu baper.

Saya memilih beberapa lagu yang bercerita dan memakai Desember sebagai judul. Berikut ini 5 lagu tentang Desember yang bisa kamu nikmati bersama secangkir kopi atau teh dan sebuah buku di sore yang mendung.

  1. Kenangan Desember – Arie Koesmiran

Lagu ini adalah curhatan patah hati seorang perempuan yang berulang-tahun di bulan Desember. Seseorang datang memberinya pelukan dan ciuman mesra di hari ulang tahunnya. Sayang, setelah itu sang lelaki pergi meninggalkan perempuan bersama kenangan di bulan Desember itu.

Lagu ‘Kenangan Desember’ ini diciptakan oleh almarhum Is Haryanto, salah seorang pentolan band  era 1970-an yang bernama Favourite’s Group.  ‘Kenangan Desember’, jika tak salah, pertama kali dinyanyikan oleh Arie Koesmiran. Lagu lain yang pernah dipopulerkan oleh Arie Koesmiran yaitu Setulus Hatimu, Semurni Cintamu. Selain menjadi penyanyi, Arie Koesmiran juga membintangi beberapa film pada akhir era 70an. Salah satu film yang ia bintangi,  Gita Cinta Dari SMA – 1979, akan dibikin ulang pada tahun depan.

Selain Arie Koesmiran, terhitung banyak penyanyi yang menyanyikan dan mempopulerkan ulang lagu ini. Sebut saja Marini, Tety Kadi, Grace Simon, hingga Yuni Shara dan Rani. Kenangan Desember versi Marini sedikit berbeda dengan versi lain karena memiliki kekuatan lain yaitu gesekan biola maestro biola Idris Sardi yang pernah menjadi suami Marini.

  1. Desember Kelabu – Maharani Kahar

Lagu tentang Desember berikutnya adalah Desember Kelabu yang pertama kali dinyanyikan oleh Maharani Kahar kemudian populer kembali ketika dinyanyikan ulang oleh Yuni Shara. Desember Kelabu adalah lagu single yang terdapat dalam album berjudul sama dan merupakan album pertama Maharani Kahar. Lagu ini menjadi hits dan melejitkan nama Maharani Kahar ke deretan penyanyi papan atas Indonesia pada era 80an. Juga menjadi lagu hits sepanjang masa sejarah musik Indonesia.

Desember Kelabu adalah karya pencipta lagu-lagu evergreen legendaris Indonesia; A. Riyanto. Lagu yang diproduksi dan rilis pada tahun 1982 ini bercerita tentang kisah pilu seorang perempuan yang ditinggal kekasihnya pada bulan Desember. Hingga Desember kedua ia masih menanti bulan madu yang dijanjikan sang kekasih namun sia-sia. Penantian itu semakin membuatnya tersiksa karena hujan dan angin dingin bulan Desember membuatnya semakin merasakan kesepian.

cover album desember kelabu maharani kahar - lagu tentang desember

cover album Desember Kelabu Maharani Kahar – Lagu Tentang Desember

Lirik refrain lagu Desember Kelabu seperti di bawah ini;

Bulan ini Desember kedua/Aku menanti dua tahun sudah/Ku sabar menanti ku dilanda sepi//Angin dingin menusuk di hati/Terasa oh nyeri/Bulan madu tinggallah impian/Tanpa kenyataan//

Ingat lagunya kan?

Selain penyanyi aslinya Maharani Kahar, lagu ini pernah dibawakan oleh penyanyi lain seperti Lia Clarissa, Ratih Purwasih hingga Harvey Malaiholo, namun kembali akrab di telinga penikmat musik Indonesia ketika dinyanyikan ulang oleh Yuni Shara.

  1. Badai Bulan Desember – AKA

Lagu yang populer pada tahun 1974 ini adalah lagu yang tergolong manis dari sebuah rock band yang eksentrik; AKA. Nama AKA sendiri adalah singkatan dari Apotek Kali Asin yang merupakan nama apotek, yang juga menjadi tempat latihan mereka, milik ayah salah satu personelnya yaitu Ucok Harahap. Selain Ucok (lead vokalis/Keyboards), personel lain dari AKA adalah; Soenatha Tanjung (gitar), Arthur Kaunang (Bass), dan Syech Abidin (Drums).

Pada masanya AKA sering membawakan lagu-lagu Led Zeppelin, Grand Funk Railroad, Deep Purple, dan Jimi Hendrix yang waktu itu memang digemari anak-anak muda. Band ini terkenal dengan aksi panggung, utamanya oleh Ucok Harahap, yang sering kali tak terduga. Saat menggelar konser di Gelora Manahan Solo, misalnya, Ucok sang vokalis yang juga pemain keyboard melepas baju, sepatu, dan celana panjang dan menyisakan celana dalam berwarna merah.

AKA adalah band rock besar legendaris Indonesia yang sampai saat ini masih biasa dibicarakan, dibentuk di Surabaya pada tahun 1967 dan bubar pada tahun 1975 setahun setelah merilis album Sky Rider, di mana lagu Badai Bulan Desember terdapat di dalamnya. Pada Agustus 1975 Ucok meresmikan grup barunya di Jakarta dengan nama Ucok and His Gangs (Uhisga), sementara Soenata, Arthur, dan Syech Abidin akhirnya memutuskan untuk mendepak Ucok dan mengganti nama AKA menjadi SAS pada akhir Desember 1975.

Ucok Harahap juga pernah berduet dengan Ahmad Albar dengan nama Duo Kribo. Duo ini mengeluarkan dan melambungkan lagu berjudul Neraka Jahanam yang kemudian dinyanyikan oleh band rock Surabaya ternama lainnya, Boomerang.

Di bawah ini penampilan Ucok AKA membawakan Badai Bulan Desember live at Jakarta Rock Parade pada tahun 2008. Setahun kemudian, tepatnya 9 Desember 2009, Ucok AKA berpulang.

  1. Desember – Efek Rumah Kaca

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi/Dibalik awan hitam/Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini//Menanti../Seperti pelangi setia menunggu hujan reda//Aku selalu suka sehabis hujan dibulan Desember/Di bulan Desember//Sampai nanti ketika hujan tak lagi/Meneteskan duka meretas luka/Sampai hujan memulihkan luka//

Lagu ini merupakan pemaknaan Efek Rumah Kaca pada hujan. Seperti hal lainnya, hujan memiliki dua sisi dan membawa efek berbeda dari setiap sisinya. Ada petani yang bernyanyi karena datangnya hujan akan membawa kesuburan pada sawah mereka. Namun, di sisi lain ada orang-orang kota yang berelegi dan bersedih karena hujan yang datang di bulan Desember biasanya mengakibatkan banjir.

Efek Rumah Kaca adalah grup musik indie yang berasal dari Jakarta dan terdiri dari Cholil Mahmud (vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal latar, bass), Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar). Band indie terbaik Indonesia ini dikenal memiliki lirik-lirik puitis nan cerdas. Lagu-lagu mereka banyak merekam dan membahas keadaan sosial masyarakat di Indonesia.

  1. Ruang Bahagia – Endah N Rhesa

Lagu yang dinyanyikan oleh duo akustik Endah N Rhesa adalah original soundtrack Athirah, sebuah film Riri Riza dan Mira Lesmana yang diangkat dari novel kisah nyata yang ditulis oleh Alberthiene Endah. Ruang Bahagia sebenarnya bukan lagu tentang Desember. Ruang Bahagia, bercerita tentang ruang makan dalam film Athirah yang merupakan ruang perekat keluarga.

Saya memasukkan lagu ini, meski masih banyak lagu tentang Desember lain, karena satu sebab. Postingan ini, selain bagian dari #Tantangan5 kelaskepo.org, juga adalah sebagai kado ulang tahun bagi seorang perempuan yang merayakan hari kelahiran pada hari ini, 5 Desember. Saat saya menyampaikan selamat ulang tahun, ia meminta sebuah tulisan sebagai kado.

Baginya yang jauh dari keluarga, lagu ini adalah perekat rindu ketika ia teringat pada rumah dan kebersamaan keluarga.  Perempuan manis yang kini aktif mendampingi petani ini juga seorang blogger. Catatan-catatannya bisa dibaca di http://ibupetani.blogspot.co.id/

Pro: ibupetani, happy milad.. teruslah menulis..

Related Posts

About The Author

Add Comment